Menerima Keberagaman Bahasa di Sekolah Internasional di Jakarta

Bagaimana ISJ mendukung pembelajar multibahasa pada tahap awal pendidikan.


Banyak anak-anak di Jakarta tumbuh besar di lingkungan yang menggunakan lebih dari satu bahasa. Di The Independent School of Jakarta (ISJ), kami melihat multilingualisme ini sebagai keunggulan yang kuat, bukan sebagai kendala. Anak-anak membawa bahasa, budaya, dan cara berkomunikasi dari rumah mereka ke dalam kelas, dan hal-hal ini menjadi bagian penting dari jati diri mereka. Sebagai sekolah internasional Inggris terkemuka di Jakarta, kami sangat menghargai keragaman bahasa dan menciptakan lingkungan belajar di mana setiap bahasa yang digunakan anak-anak diakui, dihormati, dan didukung secara aktif. Ketika anak-anak merasa bangga dengan bahasa yang mereka gunakan, mereka menjadi pembelajar yang lebih percaya diri dalam bahasa Inggris dan bidang lainnya.


Erik Boswinkel, Guru Pendidikan Anak Usia Dini di ISJ, menjelaskannya dengan sederhana: “Bahasa seorang anak merupakan bagian dari identitasnya. Ketika kita menghargainya, kita menghargai seluruh kepribadian anak tersebut.”


Menghargai bahasa dan identitas setiap anak

Pada tahun-tahun awal, banyak anak di ISJ mendengarkan dan berbicara dalam beberapa bahasa di rumah. Kami memandang bahasa-bahasa ini sebagai kekuatan yang memperdalam pembelajaran dan membangun rasa memiliki. Ketika anak-anak melihat bahasa ibu mereka tercermin di kelas—melalui percakapan, buku, atau label sederhana—mereka menyadari bahwa identitas mereka penting. Bahasa pertama mereka menjadi sumber kebanggaan rather than sesuatu yang harus disisihkan.

“Seorang anak yang merasa dipahami adalah seorang anak yang merasa siap untuk belajar,” kata Erik Boswinkel. “Bahasa adalah jembatan yang membuat hal ini mungkin.”

Memahami pembelajar multibahasa

Seorang pembelajar multibahasa adalah anak yang sedang mengembangkan dua atau lebih bahasa secara bersamaan. Penelitian menunjukkan bahwa paparan dini terhadap bahasa-bahasa ini mendukung perkembangan kognitif, pemikiran fleksibel, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah yang kuat. Di ISJ, kami mendukung anak-anak dalam mempertahankan bahasa ibu mereka sambil mengembangkan kemahiran berbahasa Inggris. Pendekatan ini menghasilkan hasil jangka panjang yang lebih baik daripada mendorong anak-anak untuk fokus hanya pada bahasa Inggris.

Menciptakan lingkungan yang kaya akan bahasa

Anak-anak belajar bahasa dari lingkungan sekitar mereka, terutama selama bermain dan rutinitas sehari-hari. Pendidik menjelaskan objek, tindakan, dan ide dengan bahasa yang kaya dan jelas. Mereka mendorong anak-anak untuk menggunakan kata-kata deskriptif untuk warna, bentuk, tekstur, dan jumlah—baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa ibu mereka.

Pencampuran bahasa secara alami, yang kadang-kadang disebut translanguaging, membantu anak-anak mengekspresikan ide-ide mereka menggunakan seluruh pengetahuan linguistik yang sudah mereka miliki. Seorang anak mungkin menggambarkan balok merah sebagai "rojo" atau "merah" sebelum menamainya dalam bahasa Inggris. Koneksi-koneksi ini memperkuat kosakata dan memperdalam pemahaman.

Mendorong percakapan yang bermakna

Percakapan mendorong perkembangan bahasa. Pendidik mengajukan pertanyaan terbuka yang mendorong anak-anak untuk berpikir dan menjelaskan, seperti:

“Bagaimana kamu bisa membuat menara kamu setinggi itu?”

“Apa yang kamu perhatikan tentang foto kamu?”

Prompt-prompt ini menghasilkan respons yang lebih panjang dan lebih kaya, yang membantu membangun kepercayaan diri dan memperluas kosakata.

Visual, gerakan, peragaan, dan dorongan hangat membantu anak-anak berkomunikasi meskipun mereka masih dalam proses belajar bahasa Inggris. Guru tidak perlu menguasai setiap bahasa ibu untuk mendukungnya. Menunjukkan rasa ingin tahu—belajar beberapa kata kunci atau menanyakan tentang frasa yang digunakan anak—memberitahu anak-anak bahwa bahasa mereka diterima.

Menjadikan bahasa-bahasa terlihat di lingkungan

Cetakan lingkungan—label, tanda, dan kata-kata yang familiar—memainkan peran penting dalam literasi awal. Di kelas ISJ, benda-benda sehari-hari seperti “pintu,” “jendela,” atau “rak buku” mungkin ditampilkan dalam bahasa Inggris bersama dengan bahasa lain yang diwakili di kelas. Praktik sederhana ini membantu anak-anak menghubungkan huruf dan bunyi sambil melihat bahasa mereka tercermin di ruang belajar.

Hal ini juga memicu rasa ingin tahu tentang berbagai sistem tulisan dan alfabet, membantu semua anak menghargai keragaman linguistik.

Menggunakan seni, permainan, dan pengalaman nyata untuk mengembangkan bahasa.

Pengalaman kreatif memberikan peluang yang kuat untuk pengembangan bahasa. Dalam seni, anak-anak menggambarkan warna, tekstur, bentuk, dan pola. Guru memperkenalkan kosakata yang kaya dan mengajak anak-anak untuk menjelaskan karya mereka dalam bahasa apa pun yang mereka pilih.

Aktivitas memasak sangat efektif. Saat anak-anak mencampur, menuang, menguleni, dan mencicipi, mereka belajar kata kerja dan kata sifat baru yang membuat pembelajaran bahasa menjadi aktif dan menyenangkan.

Bercerita juga menjembatani bahasa. Sebuah buku yang dibaca dalam bahasa Inggris di sekolah dapat dibaca kembali di rumah dalam bahasa ibu anak, memperkuat pemahaman dan menciptakan pengalaman keluarga yang bersama-sama.

Membangun praktik yang inklusif dan adil

Dukungan terhadap anak-anak multibahasa merupakan bagian dari komitmen ISJ terhadap inklusi. Ketika ruang kelas merayakan keragaman bahasa, anak-anak merasa diakui, didengar, dan dihargai. Rasa memiliki ini mendorong partisipasi, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat kesejahteraan emosional.

Dengan mengadopsi multilingualisme, guru membantu anak-anak mengembangkan empati dan kesadaran budaya. Mereka belajar bahwa setiap suara penting—dan bahwa suara mereka sendiri memiliki nilai dalam setiap bahasa yang mereka kuasai.

Kesimpulan

Pembelajar multibahasa membawa pengetahuan, budaya, dan keterampilan komunikasi yang kaya ke dalam pendidikan usia dini. Di ISJ, kami mengembangkan potensi ini melalui lingkungan yang kaya akan bahasa, pengajaran yang terencana dengan baik, dan penghormatan yang tulus terhadap identitas setiap anak. Dengan menghargai bahasa-bahasa yang digunakan oleh setiap anak—seperti yang ditekankan oleh Erik Boswinkel—kami membantu mereka berkembang menjadi komunikator yang percaya diri dalam bahasa Inggris sambil tetap terhubung dengan bahasa dan budaya yang paling berarti bagi mereka.


Sekolah Independen Jakarta (ISJ) adalah sekolah internasional Inggris terkemuka di Jakarta untuk anak-anak berusia 2–13 tahun, yang menerapkan Kurikulum Nasional Inggris standar emas. Dipimpin oleh guru-guru terpilih dari sekolah-sekolah independen terkemuka di Inggris, siswa-siswa kami secara konsisten meraih hasil akademik yang sangat tinggi.

Untuk melihat bagaimana sekolah Inggris terkemuka di Jakarta untuk anak-anak berusia 2 hingga 13 tahun mendukung pembelajar multibahasa melalui lingkungan pendidikan usia dini yang kaya, inklusif, dan responsif secara budaya,daftarkan diri Anda untuk tur pribadi.

Sebelumnya
Sebelumnya

Kekuatan Bernyanyi dalam Kurikulum di Sekolah Internasional Terkemuka Inggris di Jakarta

Selanjutnya
Selanjutnya

Manfaat Pembelajaran di Luar Ruangan dalam Pendidikan Anak Usia Dini dari Sekolah Internasional kami di Jakarta