Biaya Hidup di Jakarta pada Tahun 2026: Apa yang Harus Dianggarkan oleh Ekspatriat

Jakarta adalah pusat politik dan perdagangan Indonesia serta basis utama untuk operasi regional di Asia Tenggara. Kota ini menarik perusahaan multinasional, investor, dan profesional yang ingin mengakses pasar domestik yang besar di negara ini.

Perbandingan Biaya Hidup – Kota-Kota Besar di Asia

Kota Biaya Hidup Sewa Bahan makanan Restoran
Singapura 87.8 74.0 76.1 54.9
Hong Kong 75.7 64.6 74.5 51.6
Seoul 66.6 22.6 77.9 41.5
Tokyo 53.4 25.8 60.4 35.3
Bangkok 41.2 19.9 44.3 27.7
Kuala Lumpur 37.5 13.9 43.8 29.3
Jakarta 30.1 12.8 36.0 18.0

Sumber: Numbeo – Indeks Biaya Hidup per Kota (Asia, saat ini).

“Pandanganbahwa Jakarta adalah kota yang ‘murah’ hanya sebagian benar. Biaya hidup sehari-hari di tingkat lokal memang bisa rendah, tetapi biaya akan meningkat dengan cepat jika ekspatriat memilih perumahan standar internasional, layanan kesehatan swasta, makanan Barat, dan sekolah internasional. Dua rumah tangga dengan penghasilan serupa bisa berakhir dengan anggaran bulanan yang sangat berbeda.”
— Yosephine P. Tyas, Ahli Keuangan Pribadi

Di Jakarta, biaya hidup tidak ditentukan oleh sistem atau peraturan yang tetap. Biaya hidup dipengaruhi oleh pilihan gaya hidup. Cara Anda hidup lebih penting daripada tempat Anda tinggal.

Biaya hidup di Jakarta ditandai oleh kontras yang tajam antara keterjangkauan lokal dan gaya hidup berstandar internasional.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Hidup

Perbedaan gaya hidup antara ekspatriat dan penduduk lokal

Harga-harga lokal untuk makanan, transportasi, dan jasa relatif murah, namun sebagian besar ekspatriat beroperasi dalam kategori biaya yang berbeda. Barang-barang impor, restoran Barat, rumah sakit swasta, dan sekolah internasional secara signifikan meningkatkan pengeluaran bulanan.

Lokasi dan toleransi perjalanan

Tinggal di dekat kawasan bisnis seperti Sudirman atau SCBD dapat mengurangi waktu perjalanan, tetapi biaya sewa menjadi lebih tinggi. Pindah ke daerah yang lebih jauh dapat menurunkan biaya perumahan, tetapi seringkali menambah waktu yang dihabiskan di jalan raya, yang merupakan pertukaran yang signifikan di Jakarta.

Ukuran rumah tangga dan tanggungan

Biaya meningkat tajam seiring dengan bertambahnya tanggungan. Biaya pendidikan, perumahan yang lebih besar, pengaturan transportasi, dan jaminan kesehatan semuanya meningkat dengan cepat bagi keluarga.

Penggunaan tenaga kerja rumah tangga dan layanan swasta

Tenaga kerja rumah tangga, sopir, dan layanan rumah tangga umum dan terjangkau menurut standar ekspatriat, tetapi mereka menambah biaya bulanan yang berulang yang tidak ada di banyak kota lain.

Ketergantungan pada barang impor

Makanan impor, minuman beralkohol, barang-barang rumah tangga, dan produk perawatan pribadi cenderung mahal dan kadang-kadang pasokannya tidak stabil. Semakin banyak barang impor yang Anda konsumsi, semakin tinggi anggaran total Anda.

Di Jakarta, kemacetan lalu lintas adalah biaya tersembunyi yang mengubah sewa murah menjadi waktu yang mahal.

Skenario Anggaran di Dunia Nyata

Seorang ekspatriat yang bekerja di Sudirman, menyewa apartemen satu kamar tidur, menggunakan layanan ride-hailing, dan makan makanan lokal selama seminggu dapat hidup nyaman dengan anggaran yang moderat.

Sebuah keluarga beranggotakan empat orang di Pondok Indah dengan dua anak yang bersekolah di sekolah internasional, sebuah mobil dan sopir, serta kebiasaan berbelanja di toko-toko Barat, mungkin akan menghabiskan tiga hingga empat kali lipat lebih banyak setiap bulannya.

Kenyamanan pinggiran kota di Pondok Indah memang disertai dengan sewa yang lebih tinggi, namun menawarkan ruang yang lebih luas, privasi, dan kehidupan keluarga yang lebih nyaman.

Akomodasi

Lihat ringkasan kami tentang kawasan-kawasan di Jakarta: kelebihan dan kekurangannya.

Sebagian besar ekspatriat tinggal di apartemen, rumah tapak, atau apartemen berlayanan. Apartemen umum ditemukan di kawasan pusat, sementara rumah tapak lebih umum di kawasan pinggiran seperti Pondok Indah atau BSD. Apartemen berlayanan menarik bagi pendatang jangka pendek atau mereka yang mencari kenyamanan.

Wilayah populer bagi ekspatriat meliputi SCBD, Sudirman, Kemang, Pondok Indah, dan BSD City. Harga sewa bervariasi secara signifikan tergantung pada kualitas bangunan, usia, dan jarak ke kantor-kantor dan sekolah internasional.

Selain biaya sewa, biaya perumahan tambahan sering kali mencakup biaya layanan, listrik, pemeliharaan, dan biaya terkait bangunan yang kadang-kadang dikenakan. Biaya-biaya ini sering diabaikan saat merencanakan anggaran. Jangan lupa untuk menanyakan tentang biaya layanan dan biaya AC, yang bisa cukup besar dan tidak selalu termasuk dalam biaya sewa yang diiklankan.

Pondok Indah dan Kemang memiliki scene pizza yang cukup bagus.

Makanan

Pilihan makan lokal seperti warung dan food court relatif murah dan mudah ditemukan. Banyak hidangan hanya berharga beberapa pound. Restoran Barat dan kelas menengah jauh lebih mahal, terutama di area pusat dan kawasan dengan banyak ekspatriat. Alkohol dikenakan pajak tinggi dan harganya pun sesuai, sehingga kehidupan malam dan bersosialisasi menjadi pengeluaran yang signifikan. Biaya belanja bahan makanan sangat bergantung pada kebiasaan berbelanja. Pasar lokal dan produk Indonesia relatif terjangkau, sementara barang impor bisa berharga beberapa kali lipat lebih mahal daripada di negara asalnya.

Mengonsumsi makanan lokal sebagian besar waktu adalah salah satu cara paling efektif untuk mengontrol pengeluaran bulanan.

Transportasi

Sistem transportasi umum Jakarta telah mengalami perbaikan, namun cakupannya masih terbatas bagi banyak ekspatriat. Jaringan MRT dan bus berguna di koridor-koridor tertentu, namun tidak dapat menggantikan transportasi pribadi untuk kebanyakan kebutuhan sehari-hari.

Layanan pemesanan kendaraan online seperti Grab dan Gojek sangat populer dan relatif terjangkau. Banyak keluarga memilih untuk menyewa mobil dengan sopir, yang menambah biaya bulanan yang dapat diprediksi namun signifikan.

Masalah utama adalah lalu lintas. Sewa yang lebih murah seringkali disertai dengan perjalanan yang lebih lama dan melelahkan. Di Jakarta, waktu seringkali menjadi biaya tersembunyi dari perumahan yang lebih murah.

Layanan umum

Biaya listrik sebagian besar dipengaruhi oleh penggunaan pendingin udara. Unit yang lebih besar dan isolasi yang buruk dapat meningkatkan tagihan listrik. Kualitas air bervariasi tergantung pada wilayah dan bangunan, dan banyak rumah tangga menggunakan sistem filtrasi.

Koneksi internet dan seluler umumnya dapat diandalkan di daerah pusat, tetapi dapat bervariasi di bangunan tua atau pinggiran kota.

Biaya utilitas relatif moderat menurut standar internasional, namun dapat berfluktuasi tergantung pada jenis properti dan kebiasaan penggunaan.

Pelayanan Kesehatan

Indonesia memiliki sistem kesehatan publik, tetapi kebanyakan ekspatriat mengandalkan rumah sakit dan klinik swasta. Jakarta memiliki beberapa rumah sakit swasta terkemuka yang menawarkan perawatan berstandar internasional.

Biaya perawatan kesehatan swasta lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara Barat, tetapi tetap bisa menjadi beban yang signifikan tanpa asuransi. Asuransi kesehatan komprehensif, yang sering mencakup evakuasi medis, sangat dianjurkan.

Biaya yang harus dibayar sendiri dapat dikelola untuk perawatan rutin, tetapi kurang dapat diprediksi untuk perawatan besar.

Pendidikan

Lihat Panduan Lengkap Kami tentang Sekolah Internasional di Jakarta

Sekolah-sekolah lokal memang terjangkau, tetapi tentu saja jarang cocok untuk anak-anak yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Sebagian besar keluarga ekspatriat memilih sekolah internasional seperti ISJ, JIS, atau BSJ yang menawarkan kurikulum Inggris, IB, atau kurikulum internasional lainnya.

Biaya sekolah internasional relatif tinggi dibandingkan dengan pendapatan lokal dan dapat sebanding dengan biaya di ibu kota Asia lainnya. Biaya tambahan sering meliputi biaya pendaftaran, pungutan modal, transportasi, dan kegiatan ekstrakurikuler. Pendidikan merupakan salah satu faktor biaya terbesar bagi keluarga ekspatriat di Jakarta.

Hiburan dan Rekreasi

Meskipun mal-mal megah di Jakarta sering menjadi pusat ber-AC yang ideal untuk makan, berbelanja, dan menonton film, mereka jauh dari satu-satunya pilihan. Di luar pusat perbelanjaan, kota ini menawarkan beragam aktivitas kreatif dan dinamis untuk keluarga, mulai dari akademi olahraga kelas dunia dan studio seni hingga ruang bermain outdoor yang luas dan lokakarya budaya. Anda hanya perlu tahu di mana mencarinya. Kami mencakup berbagai ide alternatif ini dalam panduan kami tentang aktivitas untuk keluarga muda di Jakarta.

Perjalanan domestik di Indonesia terjangkau dan populer untuk liburan singkat. Kehidupan malam dan aktivitas sosial yang melibatkan minuman beralkohol tetap relatif mahal.

Ruang rekreasi umum gratis memang ada, tetapi lebih terbatas dibandingkan dengan banyak kota besar di dunia.

Biaya Hidup Lainnya

Tenaga pembantu rumah tangga, sopir, dan layanan laundry umum dan terjangkau, tetapi menambah biaya berulang. Layanan perawatan pribadi dan kecantikan bervariasi dari opsi lokal yang sangat murah hingga salon internasional premium. Perawatan rumah, perbaikan kecil, dan biaya darurat harus dipertimbangkan dalam perencanaan bulanan.

Pajak dan Biaya Lain-lain

Indonesia menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi progresif, dengan tarif tertinggi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa pusat regional. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% berlaku untuk sebagian besar barang dan jasa, yang dapat meningkatkan pengeluaran sehari-hari. Iuran jaminan sosial (BPJS) wajib dalam beberapa kasus, namun sebagian besar ekspatriat mengandalkan asuransi swasta untuk jaminan kesehatan. Administrasi pajak dan kepatuhan dapat menjadi kompleks tanpa nasihat lokal.

Perkiraan Anggaran Bulanan

Data biaya hidup dari sumber seperti Numbeo menunjukkan bahwa pengeluaran bulanan seorang individu di Jakarta, tanpa termasuk sewa, biasanya di bawah USD 500 saat tinggal di sana. Gaya hidup ekspatriat seringkali melebihi kisaran tersebut.

Perkiraan bulanan umum:
- Ekspatriat tunggal: rendah hingga menengah dengan kebiasaan lokal; jauh lebih tinggi dengan gaya hidup Barat
- Pasangan: sedang hingga tinggi tergantung pada pilihan tempat tinggal dan makan
- Keluarga dengan anak-anak: tinggi, terutama dengan biaya sekolah internasional

Biaya aktual bervariasi secara signifikan tergantung pada gaya hidup dan lokasi. Prioritaskan lokasi daripada ukuran properti untuk mengurangi waktu perjalanan. Konsumsi produk lokal secara strategis sambil memilih produk impor secara selektif. Optimalkan pilihan transportasi berdasarkan rutinitas harian. Negoasikan layanan dan kontrak, karena harga seringkali fleksibel.

Ringkasan

Jakarta menawarkan fleksibilitas biaya yang jauh lebih besar dibandingkan banyak kota internasional besar lainnya, tetapi jauh kurang dapat diprediksi. Penghematan seringkali disertai dengan kompromi dalam hal kenyamanan, kemudahan, atau waktu. Seperti yang diungkapkan oleh seorang konsultan relokasi di Jakarta: “Jakarta terjangkau jika Anda menyesuaikan diri dengan cara kota ini beroperasi. Biaya menjadi mahal ketika ekspatriat mencoba meniru gaya hidup Barat tanpa kompromi.” Bagi ekspatriat yang memahami kompromi ini dan mengatur anggaran dengan bijak, Jakarta dapat menawarkan kualitas hidup yang tinggi dengan biaya jauh di bawah pusat regional lainnya.


ISJ adalah sekolah internasional Inggris terkemuka di Jakarta untuk anak-anak berusia 2–13 tahun, yang menerapkan Kurikulum Nasional Inggris standar emas. Dipimpin oleh guru-guru terpilih dari sekolah-sekolah swasta terkemuka di Inggris, siswa-siswa kami secara konsisten meraih hasil akademik yang sangat tinggi. Untuk melihat bagaimana sekolah Inggris terkemuka di Jakarta untuk anak-anak berusia 2 hingga 13 tahun menggunakan nyanyian untuk memperkaya pembelajaran, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan komunitas sekolah yang bahagia dan terhubung, daftarkan diri Anda untuk tur sekolah.

Sebelumnya
Sebelumnya

Panduan Lengkap tentang Layanan Kesehatan dan Asuransi Kesehatan untuk Ekspatriat di Jakarta pada Tahun 2026

Selanjutnya
Selanjutnya

Survei Orang Tua 2025